Kini semua mengklaim sebagai pengusung metode ahlussunnah waljamaah. Khawarij kini pun berdandan sedemikian rupa sehingga terlihat sebagai orang yang berpegang pada kaidah ahlussunnah. Demikian pula murjiah. Beredar pula isu yang dihembuskan oleh para pemuja bid’ah dan syirik di kuburan, bahkan mereka merasa perlu untuk menamakan diri sebagai Salafy Indonesia. Salafy yang bercorak lokal Indonesia, lebih tepatnya Jawa atau beraroma sisa-sia peninggalan animisme/Hindu. Kelompok ini menuduh secara membabi buta terhadap Ibnu Taimiyah dan yang sepaham dengannya sebagai salafi palsu. Mereka juga mempertanyakan keahlussunnahan Ibnu Taimiyah.
Dalam kajian kali ini perlu kiranya ditampilkan tulisan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang beberapa prinsip ahlussunnah yang beliau sampaikan.
