اعلم أن الإ سلام هو السنّة و السنّة هى الإ سلام

Maret 31, 2009

Sebuah Pelajaran dari Situ Gintung

Diarsipkan di bawah: Aqidah — abushofiyyah @ 3:00 pm

Pendahuluan

Bencana dan musibah seakan datang silih berganti menerpa negeri kita. Masih segar di ingatan akan bencana jebolnya tanggul Situ Gintung beberapa hari lalu. Musibah itu telah menyisakan duka, air mata, dan tentu saja, kerugian harta benda. Sebagai makhluk yang dikaruniai akal, tentu kita tidak hanya akan berhenti dan larut dalam duka dan kesedihan. Sudah selayaknya kita selalu mengambil pelajaran (‘ibrah) dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang telah dinampakkan, sebagaimana firman-Nya :

إِنّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لاُوْلِي الأبْصَارِ

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati” (QS. Aali ‘Imran : 13).


Mengapa Bencana dan Musibah Menimpa Kita ?

(lagi…)

Maret 10, 2009

Beberapa Prinsip Ahlus Sunnah

Diarsipkan di bawah: Aqidah, Manhaj — abushofiyyah @ 3:01 pm

Kini semua mengklaim sebagai pengusung metode ahlussunnah waljamaah. Khawarij kini pun berdandan sedemikian rupa sehingga terlihat sebagai orang yang berpegang pada kaidah ahlussunnah. Demikian pula murjiah. Beredar pula isu yang dihembuskan oleh para pemuja bid’ah dan syirik di kuburan, bahkan mereka merasa perlu untuk menamakan diri sebagai Salafy Indonesia. Salafy yang bercorak lokal Indonesia, lebih tepatnya Jawa atau beraroma sisa-sia peninggalan animisme/Hindu. Kelompok ini menuduh secara membabi buta terhadap Ibnu Taimiyah dan yang sepaham dengannya sebagai salafi palsu. Mereka juga mempertanyakan keahlussunnahan Ibnu Taimiyah.

Dalam kajian kali ini perlu kiranya ditampilkan tulisan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang beberapa prinsip ahlussunnah yang beliau sampaikan.

<!– –> (lagi…)

Februari 19, 2009

Hakikat dan Kedudukan Tauhid

Diarsipkan di bawah: Aqidah — abushofiyyah @ 2:06 pm

karya dari al Ustadz Abu ‘Isa

(alumnus Ma’had Darul Hadits -Dammaj , Yaman)

Tauhid, sebuah kata yang tidak asing lagi bagi kit, khususnya kaum muslimin. Karena pada umumnya kita menginginkan atau bahkan telah mengaku sebagai seorang yang bertauhid. Disamping itu, kata ‘tauhid’ ini sangat sering disampaikan oleh para penceramah baik pada waktu khutbah atau pengajian-pengajian. Akan tetapi bisa jadi masih banyak orang yang belum memahami hakikat dan kedudukan tauhid ini bagi kehidupan manusia, bahkan bagi yang telah merasa bertauhid sekalipun.

Berangkat dari banyaknya pemahaman orang yang telah kabur tentang hakikat tauhid dan lupa akan kedudukannya yang begitu tinggi maka penjelasan yang gamblang tentang masalah ini sangat penting untuk disampaikan. Dan karena permasalahan tauhid merupakan permasalahan agama maka penjelasannya tidak boleh lepas dari sumber ilmu agama yaitu Al Quran dan As Sunnah dengan merujuk kepada penjelasan ahlinya, yaitu para ulama.


(lagi…)

Blog pada WordPress.com.